POTENSI PEMANFAATAN ROTAN (Calamus sp.) PADA KAWASAN HUTAN LINDUNG DI DESA LATIMOJONG KECAMATAN BUNTU BATU KABUPATEN ENREKANG

Almubarak Almubarak
Andi Azis Abdullah andiazizabdullah@unismuh.ac.id
Muhammad Tahnur
Irma Sribianti
Jauhar Mukti
Diterbitkan: Desember 15, 2024

Abstract

Potensi Pemanfaatan rotan oleh masyarakat pada Kawasan hutan lindung sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan potensi pemanfaatan rotan oleh masyarakat pada kawasan Hutan Lindung Latimojong. Metode pengambilan data yaitu observasi lapangan, kusioner dan wawancara dan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian yaitu rotan yang dimanfaatkan oleh masyarakat terdapat 2 jenis yaitu rotan Tohiti (Calamus inops) dan rotan lambang (Calamus sp.). Kedua jenis rotan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan baku pembuatan baka dan tapis. Volume rotan yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan Baka, rata-rata volume rotan bulat atau input yaitu sebesar 0.070 m3 kemudian volume rotan helai atau output bahan baku pembuatan Baka yaitu sebesar 0.060 m3. jumlah rotan yang digunakan dalam proses pembuatan 1 buah Baka membutuhkan 40 helai rotan, kemudian rata-rata volume total dari rotan yang digunakan yaitu sebesar 0.021 m3 dan untuk rata-rata volume total/ bulan dari rotan untuk membuat baka sebesar 0.060 m3. Rata-rata volume rotan bulat atau input dalam pembuatan Tapis yaitu sebesar 0.151 m3 kemudian volume rotan helai atau output yaitu sebesar 0.007 m3. Rata-rata volume total dari rotan yang digunakan yaitu sebesar 0.0011 m3 dan untuk rata-rata volume total/ bulan dari rotan untuk membuat Tapis sebesar 0.007 m3. Jumlah total rotan yang digunakan untuk keseluruhan untuk volume total/produk yaitu sebesar 0.0221 m3 dan volume total/bulan dari keseluruhan produk yaitu sebesar 0.067 m3.

Almubarak, A., Abdullah, A. A., Tahnur, M., Sribianti, I., & Mukti, J. (2024). POTENSI PEMANFAATAN ROTAN (Calamus sp.) PADA KAWASAN HUTAN LINDUNG DI DESA LATIMOJONG KECAMATAN BUNTU BATU KABUPATEN ENREKANG. Forest Services, 2(2), 38-45. https://doi.org/10.62142/pkffqf89
Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>